Pertama Kali Bermain Kasti...

Tulisan ini saya ambil kembali dari Internet Archive: Wayback Machine dari blog terdahulu, dan sudah lebih dahulu diterbitkan di URL ini: http://saiful.web.id/post/53/pertama-kali-bermain-kasti/.

Saat saya ambil kembali, ada tulisan-tulisan berfoto yang fotonya tidak terarsipkan. Mungkin tulisan ini salah satunya.

Hari ini hari pertama saya main kasti. Tepatnya saat pelajaran olahraga.

Actually, saya nggak suka olahraga. Segala macam olahraga (fisik) saya nggak suka. Entah itu push-up, sit-up, front-roll, atau apalah itu. Bahkan renang sekalipun, meski saya suka basah-basahan.

Tapi kali ini berbeda. Guru saya mengenalkan saya pada suatu olahraga baru yang belum pernah saya kenal. Kasti.

Setidaknya, saya bukanlah satu-satunya yang tidak tahu tentang cara bermain kasti. Ada beberapa orang di kelas saya yang juga sama-sama tidak tahu, tapi akhirnya saya orang yang paling lambat mengerti tentang permainan ini. Dan, oh, saya melakukan kesalahan fatal saat menjadi pemukul bola.

Dan inilah ceritanya, bagi Anda yang ingin tahu.


Senin pagi, saya sudah ganti baju di kamar mandi dan keluar ke lapangan. Guru saya memang sudah memberitahukan bahwa hari ini, kami akan bermain kasti. Dan saya sedikit ketakutan saat melihat temanku dengan lancarnya memukul bola itu, dengan kencang, hingga ke ujung sekolah sana.

Saya masuk di tim 2. Berjaga. Katanya, menjaga tim musuh untuk melewati base kami dan kembali ke base mereka (atau home, apalah itu). Ambil bola yang terpukul dan lemparkan ke musuh yang sedang lari. Only that! Kukira memang sesimpel itu sampai akhirnya bermain.

Tang! Satu bola terpukul. Teman-teman mengejar bola itu dan melemparkan ke musuhku. Kena. Pindaaah! Pindaaah! Itu kata teman-temanku. Aku berlari ke depanku. Dan ikut berdiri di sana, meski tak tahu harus berbuat apa.

Giliranku memukul! Saya minta tolong temanku yg sudah mengerti untuk membantu. Apakah posisi sudah benar? Tangan sudah benar? Lalu siap untuk memukul.

Bola dilempar. Kuayunkan tanganku. Strike one!

Lagi. Strike two!

Lagi. Strike three!

Teman-temanku berteriak. Lari! Lari! Tapi aku diam. Menyesali diri sendiri yang tak bisa memukul bola. Padahal hanya beberapa senti di atas tongkat pemukul. Sementara bola itu menyentuh kakiku. Aahh! Ipul!

Maafkan aku, kawan-kawan. Aku memang tak pandai bermain kasti. Tapi minggu depan, kucoba lebih baik lagi.

Comments

comments powered by Disqus