3 Tahun #JalurPantura @saifulwebid

Warning: Ini tulisan mungkin bisa dibilang sedikit narsis. Kalau Anda tidak suka tulisan narsis, segera tutup tulisan ini.

Follower setia saya pasti tahu hashtag #JalurPantura. Terutama bagi yang sering on-lineTwitter dan suka nulis-nulis singkat di sana. Dan mereka akan berkata, “mulai lagi deh, kebiasaan @saifulwebid”…

(Sebelum ini mulai terjadi kesalahpahaman, saya tekankan bahwa #JalurPantura bukanlah diawali oleh saya. #JalurPantura yang akan saya sebut selanjutnya pada tulisan ini adalah #JalurPantura yang berada di bawah account Twitter saya.)

Asal mula #JalurPantura sebenarnya hanyalah iseng belaka. Kelas 7 SMP saya baru berkenalan dengan yang namanya Twitter. Saat itulah saya mulai mengenal hashtag, termasuk #sawityowit, di mana orang-orang akan mulai menulis tweet-tweet lucu di waktu sahur.

Perjalanan mudik saya tahun 2008 sangatlah membosankan saat di perjalanan. Duduk-diam-baca-peta-buka-Facebook, hanya itulah yang saya lakukan di kursi samping pengemudi. Lalu saya menyalakan handphone, mengakses Facebook dan mulai berceloteh di sana.

Terbesitlah sebuah pikiran. “Kenapa tidak memposting keadaan mudik saja, ya?”

Lanjutkan membaca 3 Tahun #JalurPantura @saifulwebid

Arti “Minal ‘Aidin wal Faizin” Bukanlah “Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Hari ini Twitter ramai dengan tweeps yang mengucapkan permohonan maaf-nya kepada sesama. Kebanyakan dari mereka mengucapkan, “Minal ‘aidin wal faizin…”


Sering kita baca ucapan, “Selamat hari raya Idul Fitri, taqabbalallahu minnaa wa minkum, minal ‘aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin” menjelang atau saat hari raya Idul Fitri. Ada dua bahasa Arab yang terdapat pada ucapan tadi, yaitu pada kalimat kedua dan ketiga.

Banyak orang juga hanya mengucapkan minal ‘aidzin wal faidzin untuk meminta maaf. Benarkah artinya demikian?

Lanjutkan membaca Arti “Minal ‘Aidin wal Faizin” Bukanlah “Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Halo Dunia: Subdomain Baru, Homepage Baru

Halo, dunia! Selamat datang di blog saya, di subdomain baru: http://muhammad.saiful.web.id/. (Finally, address blognya mulai cocok sama nama saya).

Mudah-mudahan setelah ini tidak ada reformat-reformat lagi. Capek juga, dan menghabiskan bandwidth.

Sambil menunggu saya membuat tampilan untuk blog ini, saya sementara menggunakan Thesis terlebih dahulu. (Tebak ini asli atau bajakan.) Thesis sangat keren, dan saya ingin hal yang sama juga bisa didapat di tampilan yang akan datang. (Atau mungkin saya akan pakai Thesis selamanya? Only God knows.)

Lalu, untuk apa saiful.web.id-nya?

Dia akan menjadi situs portofolio saya. Well, saya sedang berusaha membangun brand di bidang WordPress theme designer, dan semoga saja Allah swt. memberikan kelancaran dan berkahNya. Amiin.

So, update your bookmarks now! I’m here!