Google Indonesia "hacked"?

Google Indonesia di-"hack"

Sambil menunggu keluarga di rumah bersiap untuk berangkat shalat Idul Adha, saya membuka laptop untuk browsing, sekadar mampir di Facebook, Twitter, Quora, dan beberapa media sosial lainnya. Entah apa yang saya kerjakan hingga kemudian saya membuka tab baru dan mencoba mengakses Google Indonesia.

Dan, tampilan di atas yang saya temui.

Wait, what? Sekelas Google Indonesia pun kena retas juga?

Entahlah. 

Feeling saya mengatakan bahwa tidak wajar perusahaan sekelas Google kena retas. Something just went off… hingga saya menemukan bahwa situs Google di www.google.com masih bisa diakses.

Dengan data seminim itu saya mencoba berdeduksi. Bukan Google-nya yang diretas. Mungkin DNS-nya yang diretas.

Karena sudah mau berangkat ke tempat shalat, jadi saya matikan saja dulu laptop saya. Untuk membuktikan hipotesa tadi, saya coba lakukan dua hal dengan ponsel saya selama masih di rumah:

  1. Connect ke Wi-Fi di rumah (yang menggunakan Telkom Speedy). Coba akses www.google.co.id. Hasil: tampilan Google Indonesia yang sudah berubah jadi warna hitam itu muncul di ponsel saya.
  2. Disconnect dari Wi-Fi di rumah dan coba gunakan koneksi mobile data. Saya sempat pesimis karena saya menggunakan Telkomsel dan dugaan saya server DNS yang digunakan pasti sama. Ternyata … voila! Google Indonesia tidak apa-apa. Baik-baik saja 🙂

Perusahaan sebesar Google rasa-rasanya tidak akan tumbang dengan serangan deface seperti ini. Entah kenapa rasa-rasanya tidak mungkin. Kalaupun iya, tampilan hasil deface-nya semestinya lebih keren sedikit. (Entahlah, demikian feeling saya berbicara.)

Sepulang dari shalat Idul Adha saya mencoba akses lagi. Yang saya alami, sekarang selalu muncul galat connection timed out dari Google Chrome saya. Sementara itu, saya coba lakukan quick search di Twitter dan menemukan bahwa tampilan-nya sekarang lebih semarak: di bawah pesan peretas itu malah ada tombol Facebook Like segala. :))

Akhirnya, saya coba laporkan ke @TelkomCare.

Long story short, setelah bertukar informasi di direct messages dan beberapa mention, akhirnya dibuatlah pengaduan.

Saya cukup senang bahwa customer service @TelkomCare ini cukup responsif. Bahkan, di direct messages pun laporan saya ditanggapi oleh tiga orang sekaligus, padahal ini hari libur 🙂 Setahu saya, bahkan ketika ayah saya melapor ke Telkom 147 pun nomor pelaporan semacam itu tidak diinformasikan.

Jadi? Kesimpulannya apa? Google Indonesia tidak diretas. Tidak semudah itu meretas situs Google Indonesia. Yang diretas — mungkin — DNS server yang dipakai Telkom Speedy. Tapi saya penasaran apakah memang semudah itu meretas DNS server? Kalau benar, apakah berarti keamanan kita lemah? Entahlah. Ilmu saya belum sampai ke sana. Saya masih menikmati perjalanan awal di software engineering 😀

(Dan, belakangan, setelah saya coba atur manual DNS server di router saya ke Google Public DNS di 8.8.8.8 dan 8.8.4.4, saya bisa mengakses kembali situs Google Indonesia dengan lancar.)

Comments

comments powered by Disqus